Tips Trading Gold: Salah Satu Cara Menemukan Momentum Bullish Continuation

Halo traders,

Menjelang penutupan akhir tahun 2017, perkenankan kami (tim BeritaFX) menyampaikan Selamat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Semoga kita selalu dalam kondisi fisik yang bugar dan sehat agar selalu siap menghadapi pasar forex yang sarat dinamika, dan agar selalu diberi keberuntungan untuk mendapatkan profit yang maksimal dengan kerugian yang minimal.

Artikel tips trading kali ini adalah adalah salah satu cara/teknik untuk perdagangan komoditi Gold atau XAU/USD, dimana setiap kondisinya akan selalu ditemui kapan pun, selalu berulang-ulang, sehingga layak diantisipasi dan pantas untuk disampaikan/ditulis, agar setidaknya dapat menambah wawasan kita semua.

Sebetulnya ada banyak cara untuk mendeteksi momentum bullish atau bearish, misalnya dengan menggunakan indikator RSI atau Stochastic, tapi artikel kali ini adalah salah satu cara yang mungkin sangat sederhana dan hanya membutuhkan bantuan indikator Moving Average periode 20 pada time frame H1.

Ini adalah tentang price action atau aksi harga dalam perdagangan intraday/jangka pendek, dimana setiap hari kita akan selalu menemukan level Support/Resistance Intraday.

Untuk menemukan/mendeteksi momentum bullish continuation pada komoditi Gold, cukup dengan memperhatikan level High yang terbentuk, katakanlah pada hari ini, dan kemudian bandingkan dengan level High yang terbentuk pada keesokan hari.

Pada momentum bullish continuation, bisa dipastikan bahwa High yang lebih rendah (Higher Low/HL) dan High yang lebih tinggi (Higher High/HH) akan terbentuk.

Gold20171228

Kita hanya perlu mengukur seberapa jauh rentang harga di antara HL dengan HH. Pada perdagangan komiditi Gold, rentang harga sejauh lebih dari 70 pip umumnya sudah dapat mengindikasi kemungkinan terbentuknya momentum yang mencerminkan sentimen pasar. Meski demikian, sebaiknya level Stop Loss (SL) selalu harus tersedia untuk mewaspadai dinamika sentimen pasar.

Langkah berikutnya adalah, mencari posisi buy yang sedekat mungkin dengan MA-20 atau sedikit di bawah MA-20, dan kemudian men-setup SL/TP dengan rasio yang memadai, 1 banding 1 atau 1 banding 1-1/2, atau katakanlah dengan SL 30-40 pip untuk TP 40-50 pip. Sangat dianjurkan untuk juga selalu menggunakan Trailing Stop otomatis atau manual.

Dalam contoh gambar di atas, setidaknya ada 2 kali kesempatan di hari yang berbeda untuk menempatkan posisi buy, yakni tanggal 26 dan 27 Desember.

Sebagai catatan, jika rentang harga antara HL dan HH tercatat lebih dari 100 pip, maka umumnya respon sellers juga akan terjadi, sehingga sebaiknya strategi buy dips atau mencari posisi buy, justru adalah ketika harga turun cukup jauh di bawah MA-20 (sekitar 30 – 50 pip).

Sekadar catatan tambahan lainnya, harap selalu perhatikan price action atau aksi harga yang membentuk candle pattern yang mencerminkan respon market untuk bersiap-siap mengantisipasi pergerakan harga berikutnya. Dalam hal ini, jika dalam trend bullish jangka pendek, maka kita harus selalu waspada ketika berhadapan dengan candle bearish engulfing, bearish spike candle/bearish pin bar, tweezer, dan seterusnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan trading, khususnya terhadap Gold.