Risk Appetite Meningkat Setelah Komentar Powell dan Babak Baru Perundingan AS-China

Risk appetite atau sentimen terhadap aset yang dianggap berisiko yang membebani permintaan terhadap Greenback, meningkat pada hari ini, Senin (07/01/2019), setelah pernyataan ketua the Fed Jerome Powell, dan setelah dimulainya putaran baru perundingan perdagangan AS-China.

Pada hari Jumat (4/1), Powell mengatakan bahwa yhe Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang telah ditetapkan. Ia menyadari risiko-risiko perlambatan ekonomi global. Oleh sebab itu, kebijakan-kebijakan yang akan diambil tahun ini akan lebih fleksibel dalam hal menaikkan suku bunga.

Powell menyadari adanya risiko-risiko perlambatan ekonomi global. Oleh sebab itu, kebijakan-kebijakan yang akan diambilnya tahun ini akan lebih fleksibel dan sabar dalam hal menaikkan bunga.

Sementara itu, pembicaraan perdagangan dimulai di Beijing pada hari ini yang rencananya akan berlangsung selama 2 hari, setelah pengumuman langkah-langkah stimulus baru oleh pemerintah China pada hari Jumat, yang bertujuan untuk mengatasi laju perlambatan ekonomi yang tajam.

Investor berharap bahwa Washington dan Beijing dapat mencapai kesepakatan perdagangan komprehensif sebelum tenggat waktu akhir gencatan senjata 90 hari kedepan.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya sementara ini terpantau melemah 0.52% di posisi 95.25 pada pukul 21:54 WIB.