Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Direvisi Turun, Dolar Melorot

Dolar AS merosot cukup tajam pada hari ini, Kamis (20/12/2018), setelah sebelumnya sempat bergerak naik beberapa saat setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve dini hari tadi.

Sesuai dengan ekspektasi pasar, the Fed memutuskan menaikkan suku bunga untuk yang keempat kalinya tahun ini, sebesar 25 basis point menjadi berada di kisaran 2.25%-2.50%, tapi juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan AS yang menyebabkan Dolar melemah.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya sementara ini terpantau turum 0.69% di level 95.82 pada pukul 19:32 WIB.

The Fed memperkirakan kenaikan yang lebih sedikit pada tahun depan dan memberi sinyal bahwa siklus pengetatan moneter dapat berakhir di tengah perlambatan ekonomi global dan volatilitas pasar.

Bank sentral AS mengungkapkan bahwa ekonomi AS tumbuh kuat pada beberapa waktu terakhir dan pasar tenaga kerja terus membaik. The Fed juga mencatat perlunya kenaikan suku bunga bertahap lebih lanjut beberapa kali lagi.

Dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan yang terakhir tahun ini, The Fed mengungkapkan bahwa risiko ekonomi AS pada dasarnya telah mencapai keseimbangan. Tapi, bank sentral akan melanjutkan pengamatan pada outlook ekonomi global dan perkembangan finansial serta menimbang implikasinya bagi prospek ekonomi.

Keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga ini kemungkinan akan memicu penentangan dari Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya beberapa kali menyerang kebijakan bank sentral yang dianggapnya menghambat progam ekonomi pemerintahannya.

The Fed telah beberapa kali menaikkan suku bunga untuk mengerem laju pertumbuhan ekonomi yang makin kencang setelah bertahun-tahun didorong oleh suku bunga mendekati nol persen. Tapi, ada kekhawatiran bahwa ekonomi AS akan menghadapi tantangan berat tahun depan. Hal ini muncul dengan perkiraan bahwa paket kebijakan pemotongan pajak Trump yang mencapai US$ 1.5 triliun akan kehilangan dampak dan ekonomi global melambat.

Pada proyeksi pertumbuhan ekonomi terbaru yang dirilis the Fed, median prediksi anggota dewan gubernur bank sentral memperkirakan suku bunga akan naik lagi sebanyak dua kali pada tahun depan dengan median 2.9% di akhir tahun dan sekali lagi pada tahun selanjutnya dengan posisi akhir tahun 2020 pada 3.1%.

Proyeksi ini turun ketimbang perkirakan pada September lalu di angka 3.1% pada akhir 2019 dan 3.4% pada akhir 2020. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pun direvisi turun menjadi 3% tahun ini dari prediksi September lalu di angka 3.1%. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan pun turun menjadi 2.3% dari sebelumnya 2.5%.