Poundsterling Berupaya Perpanjang Recovery Setelah Uni Eropa Bersedia Tunda Brexit

Poundsterling berupaya untuk memperpanjang recovery terhadap Greenback pada hari ini, Jumat (22/3), setelah merosot tajam pada perdagangan Kamis (21/3), menyusul kekhawatiran terhadap kemungkinan bahwa Uni Eropa belum tentu akan menyetujui permohonan PM Inggris Theresa May untuk memperpanjang tenggat waktu Brexit.

GBP/USD sementara ini terpantau naik 0.29% di kisaran 1.3144 pada pukul 18:47 WIB, setelah sempat turun menyentuh 1.3004 sebelum kemudian ditutup dengan pelemahan 0.51% ke posisi 1.3130 pada perdagangan kemarin.

Presiden European Council, Donald Tusk, mengatakan bahwa para pemimpin 27 negara Uni Eropa setuju untuk memperpanjang masa negosiasi Article 50 bagi Inggris dari 29 Maret hingga 22 Mei 2019, apabila House of Commons meratifikasi draft rencana kesepakatan brexit (EU Withdrawal Agreement) pada pekan depan. Namun, jika House of Commons menolak draft tersebut untuk ketigakalinya, maka Inggris hanya akan mendapat perpanjangan hingga 12 April saja.

European Commission mengharapkan perpanjangan hingga 12 April itu dimanfaatkan oleh Inggris untuk memilih antara “No-Deal Brexit” atau perpanjangan dalam jangka waktu jauh lebih lama lagi.

Perpanjangan dalam jangka waktu lebih lama yang dimaksud itu akan menuntut Inggris ikut berpartisipasi lagi dalam pemilu parlemen Uni Eropa tahun ini. Sementara itu, Uni Eropa juga secara terbuka mengungkapkan keinginan agar Inggris menggelar referendum kembali mengenai Brexit; dengan ekspektasi referendum itu akan menghasilkan komitmen dari sebagian besar warga Inggris untuk tetap berada dalam kesatuan Uni Eropa.