Fluktuatif, GBP/USD Berbalik Turun Tajam Jelang Voting Brexit

Pound Inggris sempat melanjutkan penguatannya terhadap Greenback di sesi Asia hari ini, Selasa
(12/3), menyusul pernyataan positif dari Deputi Inggris David Lidington pada hari Senin (11/3)
yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mengamankan perubahan yang mengikat secara hukum, yang akan memperkuat proposal Brexit-nya dengan optimisme bahwa parlemen akan menyetujuinya.

Selain itu, May juga memberikan pernyataan kemarin bahwa “sekarang adalah saatnya untuk bersatu,
untuk mendukung kesepakatan Brexit yang lebih baik ini, serta untuk memenuhi instruksi rakyat
Inggris”.

Tapi kemudian Sterling anjlok tajam setelah Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox mempublikasi legal
advice yang terbaru atas kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden
Komisi Eropa Jean-Claude Juncker Senin malam. Secara singkat, Cox mengatakan bahwa dokumen terbaru dapat “mengurangi risiko” Inggris terjebak persoalan backstop Irlandia Utara. Namun risiko seperti itu tidak dapat dihilangkan.

Sementara itu, Menteri Brexit Barclays juga mengatakan hari ini, bahwa jika Inggris masih
terjebak persoalan backstop, maka Uni Eropa akan bertindak negatif atau akan menggugat secara hukum.

Setelah merosot tajam ke level 1.3008, GBP/USD ini tercatat turun 0.23%, berkonsolidasi di kisaran 1.3121 pada pukul 22:33 WIB, menjelang voting Parlemen Inggris dini hari nanti.