Dolar Tertekan Risk Appetite Setelah Perundingan Perdagangan AS-China

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya, sementara ini tercatat melemah 0,034 poin atau 0,04% ke level 95,869 pada pukul 17:38 WIB, Rabu (9/1/2019).

Indeks Dolar kembali bergerak di zona merah setelah dibuka melemah 0,095 poin atau 0,10% di level 95,808 pagi tadi. Pada perdagangan Selasa (8/1) mampu rebound dan berakhir menguat 0,25% atau 0,237 poin di posisi 95,903.

Dilansir Reuters, Dolar AS tertekan oleh meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko setelah perundingan perdagangan antara China dan Amerika Serikat di Beijing berakhir pada Rabu dan para pejabat mengatakan bahwa perincian akan segera dirilis.

Pembicaraan tersebut diperpanjang menjadi tiga hari dari jadwal sebelumnya yang hanya berlangsung 7 hingga 9 Januari 2019.

“Perlambatan besar dalam pertumbuhan Tiongkok dan pasar ekuitas AS yang mengikuti kelemahan pasar ekuitas di wilayah lain memberikan sedikit dorongan untuk perjanjian yang dinegosiasikan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan,” kata Jason Wong, pakar strategi pasar senior di BNZ Markets di Wellington.

Penguatan dalam aset berisiko telah berakselerasi sejak Jumat pekan lalu (4/1), ketika Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan menyadari risiko yang dihadapi ekonomi serta akan bersabar dan fleksibel dalam mengambil keputusan kebijakan tahun ini.