Dolar Melemah, Poundsterling Bertahan di Atas 1.2800

Dolar merosot terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin (19/11/2018), menambah kerugian hari pekan sebelumnya di tengah ketidakpastian atas laju kenaikan suku bunga bank sentral AS di masa mendatang, sementara itu Poundsterling masih bertahan di atas level 1.2800 saat kekhawatiran Brexit terus membayangi.

Indeks Dolar yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama lainnya sementara ini tercatat melemah 0.31% ke posisi 96.03 pada pukul 23:01 WIB setelah jatuh 0,48% pada hari Jumat (16/11). Indeks telah mencapai tertinggi 16 bulan di 97,53 pada tanggal 12 November.

Sementara itu, GBP/USD tercatat menguat 0.28% di kisaran 1.2866 setelah sepanjang pekan yang lalu merosot 0.76% ke level 1.2829.

Dolar melemah pada hari Jumat setelah komentar dovish dari Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida, yang mengatakan ia melihat beberapa bukti bahwa pertumbuhan global melambat.

Clarida juga mencatat bahwa suku bunga AS mendekati tingkat netral, dan netral masih “masuk akal.”

Secara terpisah, kepala Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan Jumat bahwa ia melihat perlambatan pertumbuhan di Eropa dan China.

Komentar itu dilihat sebagai indikasi bahwa Fed dapat menunda kenaikan suku bunga lebih cepat daripada yang telah diperkirakan.

Sentimen pasar secara keseluruhan tetap berhati-hati setelah ketegangan antara Wakil Presiden AS Mike Pence dan Presiden China Xi Jinping di KTT APEC selama akhir pekan.