Dolar Berlanjut Melemah Setelah Data PPI AS

Dolar masih berlanjut melemah setelah rilis data AS di awal perdagangan sesi New York
hari ini, Rabu (13/3/2019). Tapi pelemahan USD masih terbatas, dimana investor saat ini sedang
memfokuskan perhatiannya pada hasil voting Brexit jilid kedua, untuk menentukan apakah Inggris
akan keluar tanpa adanya kesepakatan dengan Uni Eropa (No Deal Brexit), atau memperpanjang waktu
keluar dari Uni Eropa yang seharusnya tanggal 29 Maret mendatang.

Voting tersebut adalah kelanjutan dari hasil voting kemarin, yang hasilnya adalah penolakan
proposal draft kesepakatan Brexit terbaru dari Perdana Menteri Theresa May.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, sementara ini
terpantau turun 0.16% di posisi 96.74 pada pukul 22:19 WIB.

Adapun pada perdagangan Selasa (12/3), Indeks Dolar berakhir dengan pelemahan 0.28% ke posisi
96.90, setelah rilis data Core CPI AS yang mencatatkan kenaikan tapi kurang dari perkiraan.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan hari ini bahwa indeks harga produsen atau Producer Price
Index (PPI) di bulan Februari 2019 naik 0.1%, lebih kecil dari perkiraan untuk kenaikan 0.2%.
Demikian pula Core PPI, naik 0.1% tapi masih kurang dari ekspektasi untuk kenaikan 0.2%.

Laporan yang terpisah dari Biro Sensus AS, menyebutkan bahwa Durable Goods Orders di bulan Januari 2019 meningkat 0.4% lebih besar dari perkiraan (-0.5%), menjadi kenaikan yang beruntun dalam 3 bulan terakhir. Namun Core Durable Goods Orders mencatatkan penurunan 0.1%, lebih kecil dari ekspektasi untuk kenaikan 0.1%.