Dolar AS Berupaya Rebound Setelah Terpuruk Karena Dovish the Fed

Dolar AS berupaya rebound pada hari ini, Kamis (21/3/2019), setelah anjlok cukup tajam menyusul statement dovish Federal Reserve dini hari tadi. Indeks Dolar yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama lainnya saat ini menguat 0.41% di level 96.15 pada pukul 19:38 WIB.

Pada perdagangan Rabu (20/3/2019), Indeks Dolar ditutup melemah 0,65 persen atau 0,622 poin di level 95,761.

Federal Reserve mengumumkan dini hari tadi untuk menghentikan kebijakan pengetatan moneter dengan tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini, di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi. The Fed pun akan menghentikan pengurangan neraca pada September mendatang.

Seperti diketahui, bank sentral memulai pengetatan moneter lewat kenaikan suku bunga pada akhir 2015 setelah menahan suku bunga acuan 0% – 0.25% sejak krisis keuangan 2008-2009. Tahun lalu, bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali sehingga saat ini berada di 2.25% – 2.5%.

“Mungkin perlu beberapa waktu hingga outlook pasar tenaga kerja dan inflasi memerlukan perubahan kebijakan,” kata Jerome Powell, Gubernur The Fed dalam konferensi pers setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral akan bersabar sebelum menaikkan suku bunga lagi. “Bersabar artinya, kami tidak melihat keharusan untuk terburu-buru mengambil keputusan,” tambahnya.