Di Bawah Ancaman Perang Dagang dengan AS, Euro Tetap Melaju

Euro masih tetap melaju di sesi Eropa hari ini, Selasa (9/4/2019),  di tengah laporan bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang bersiap untuk memberlakukan tarif baru atas barang-barang dari Uni Eropa dalam menanggapi apa yang dianggapnya sebagai subsidi tidak adil pada perusahaan raksasa kedirgantaraan Airbus.

Berita itu sebagai warning yang tidak disukai pasar, karena penyelesaian perang dagang dengan China akan dapat membebaskan AS untuk meluncurkan perang dagang yang lain, yang menjadi ancaman baru bagi ekonomi dunia yang pertumbuhannya saat ini sedang melambat.

Pada pukul 16.00 WIB, euro berada di $1,1263, atau naik 0,2%. Sementara itu, Indeks dollar AS – yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama – relatif tidak berubah di kisaran level 96,572.

Investor saat ini menunggu publikasi notulen meeting ECB yang akan dirilis besok, Rabu (10/4), disusul dengan konferensi pers oleh Presiden European Central Bank, Mario Draghi, untuk mencari petunjuk terbaru terkait persiapan program stimulus moneter lebih lanjut yang dapat membebani euro turun atau melemah lebih rendah.

Presiden ECB Mario Draghi telah mengisyaratkan bahwa bank dapat melihat ‘berjenjang’ tingkat penalti pada kelebihan cadangan bank, suatu langkah yang akan membantu mengurangi dampak dari tingkat negatif yang bahkan lebih rendah pada profitabilitas sistem perbankan zona euro. Namun, sedikit yang memperkirakan tindakan dalam waktu dekat, meskipun ada pelambatan ekonomi yang jelas di kuartal pertama.