Data PMI Manufaktur AS Naik Melebihi Perkiraan, Dolar Masih Tertekan

Dolar masih berada di bawah tekanan setelah laporan ISM yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS melebihi ekspektasi. Sentimen positif terhadap aset berisiko yang membebani permintaan terhadap Dolar tampaknya masih mendominasi perdagangan pada hari ini, Senin (03/12/2018), menyusul meredanya ketegangan konflik perdagangan antara AS – China pasca pertemuan kedua negara di KTT G20 di akhir pekan kemarin.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya sementara ini terpantau melemah 0.33% di osisi 96.87 pada pukul 22:30 WIB.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan hari ini bahwa PMI (Purchasing Manager’s Index) AS di sektor manufaktur, mencatatkan aktivitas bisnis dengan indeks angka 59.3 di bulan November 2018. Angka tersebut melebihi perkiraan 57.5, setelah bulan sebelumnya menunjukkan angka 57.7.

Dolar melemah hari ini, menyusul ‘gencatan senjata’ yang disepakati AS dan China yang mendorong aksi beli terhadap aset berisiko.

Dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela perhelatan KTT G20 akhir pekan kemarin, Presiden AS Donald Trump sepakat untuk menunda kenaikan tarif selama tiga bulan sebagai imbalan atas lebih banyak pembelian barang-barang asal AS.

Trump sebelumnya merencanakan akan menaikkan tarif terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar menjadi 25% pada 1 Januari dari 10%.

“Meredanya ketegangan perdagangan akan membalik kondisi untuk dolar AS yang memiliki sifat sebagai aset safe haven, dan kita bisa berharap dolar AS untuk melemah terhadap sejumlah mata uang,” ujar Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pacific di Oanda Corp.