Artikel Untuk Pemula: Cara Mudah Menentukan Support/Resistance

Suport (S) dan Resistance (R) adalah istilah yang sering digunakan  dalam perdagangan forex. Dalam prakteknya, menentukan S/R hampir tidak dapat dihindarkan pada tahap analisa untuk menentukan strategi teknikal.

Jika Anda terbiasa melakukan pemetaan awal melalui chart Daily misalnya, maka S/R biasanya dapat Anda temukan. Tapi jika Anda kesulitan menentukan level S/R pada chart Daily, kadang kita terpaksa harus menurunkan time frame ke yang lebih rendah, misalnya H4 atau H1, atau di bawahnya. Apabila ditemukan pada time frame yang lebih, maka level S/R tersebut disebut sebagai S/R minor.

Jika Anda mendengar istilah S/R Mayor, itu biasanya karena trader memperluas time frame dari chart Daily menjadi Weekly atau bahkan Monthly, untuk menentukan S/R jangka panjang.

Anda pun barangkali sudah terbiasa mendengar istilah S/R statis atau S/R dinamis. S/R statis dapat ditemukan atau ditentukan pada grafik harga saja. Sementara S/R dinamis biasanya ditentukan dengan bantuan indikator teknikal, misalnya Moving Average, pada periode dan time frame tertentu.

Beberapa paragraf di atas adalah pengantar atau pendahuluan saja untuk memberikan gambaran umum. Yang harus diperhatikan adalah bahwa level S/R bukanlah level harga yang mutlak atau harga pasti. Seringkali kita harus dihadapkan pada situasi bahwa level S/R tersebut, terutama level S/R statis, berada dalam suatu rentang harga tertentu yang kadangkala berada pada rentang harga yang pendek, dan tak jarang dengan range yang cukup panjang.

Berikut di bawah ini adalah 4 cara mudah untuk menentukan level S/R:

  1. Round Number

Yang dimaksud dengan round number atau round level adalah harga yang dibulatkan. Misalnya pada EUR/USD, katakanlah di akhir pekan harga ditutup di 1.1580. Maka, level support berada di 1.1550, 1.1500 dan 1.1450. Sementara level resistance berada di 1.1600, 1.1650 dan 1.1700.

Round number sering juga disebut sebagai level psikologis, terutama untuk strategi jangka menengah hingga jangka panjang.

  1. Swing High dan Swing Low

Pada time frame jangka menengah hingga jangka panjang, dalam kondisi tren naik (uptrend) atau trend turun (downtrend), maka gelombang (wave) harga hampir selalu membentuk swing high dan swing low.

Contoh di bawah ini adalah gambaran umum terhadap swing high dan swing low yang membentuk level S/R pada kondisi uptrend.

swinghighlow3

Contoh di bawah ini adalah sebuah kondisi ketika downtrend berubah arah menjadi uptrend.

swinghighlow4

 

Contoh lainnya, ketika uptrend berada dalam ancaman untuk berbalik menjadi downtrend

swinghighlow5

  1. S/R Dinamis dengan Moving Average

Di bawah ini adalah contoh yang cukup ideal tentang Moving Average (MA) yang bertindak sebagai support dinamis. MA yang digunakan adalah Simple MA dengan periode 192 pada chart H1.

USDJPYH1

 

Kita dapat melihat bagaimana harga enggan menutup di bawah MA192.  tapi juga ada kecenderungan bahwa pelaku pasar masih menahan diri untuk tidak bergerak jauh di atas area resistance statis.

  1. Pivot Point

Pivot Point (PP) masih banyak digunakan dan menjadi rujukan untuk menentukan target dan posisi Stop Loss (SL). PP adalah kalkulasi dengan formula tertentu untuk mengukur level S/R berdasarkan harga (High, Low, Close) pada candle Daily sebelumnya.

Umumnya PP membentuk antara 5 hingga 7 level, misalnya, R3-R2-R1-Pivot-S1-S2-S3.

Rumus/formulanya adalah Pivot Poin = (High + Low + Close) / 3

Untuk menentukan S/R, formula yang digunakan adalah

Resistance (R1) = (2 x P) – L
R2 = P + H – L
R3 = H + 2 x (P – L)
Support (S1) = (2 x P) – H
S2 = P – H + L
S3 = L – 2 x (H – P)