Apple Memicu Risk Aversion, Yen Melonjak Tajam

Yen Jepang melonjak tajam pada hari Kamis (3/1/2019) di awal perdagangan sesi Asia setelah Apple mengungkap pemangkasan proyeksi penjualannya untuk kuartal terakhir tahun 2018 yang memicu risk aversion atau aksi penghindaran risiko sehingga mendongkrak permintaan terhadap safe haven Yen.

USD/JPY tercatat merosot 1.5% ke kisaran 107.21 pada pukul 11.23 WIB.

CEO Apple, Tim Cook, memperingatkan investor melalui surat resminya bahwa penjualan kuartal IV/2018 bisa jadi menurun, dikarenakan penjualan iPhone yang lebih rendah dari ekspektasi di China di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat. Padahal, pangsa pasar China mencakup sekitar 15 persen dari pendapatan global Apple.

Apple Inc menurunkan perkiraannya menjadi $84 juta dalam pendapatan fiskal kuartal pertama yang berakhir pada 29 Desember, di bawah ekspektasi para analisis atas $91,5 miliar. Perusahaan awalnya memperkirakan pendapatan antara $89 miliar dan $93 miliar.

Saham Apple (NASDAQ:AAPL) pun jatuh karena para pedagang melarikan asetnya ke mata uang Yen Jepang yang dianggap lebih aman dan sangat likuid. Yen juga menerima beberapa dukungan pekan ini menyusul data PMI China yang terkontraksi lebih rendah dari perkiraan.